Penahanan Dua Tersangka Korupsi Jembatan WFC Bangkinang Diperpanjang

- 15 Oktober 2020, 20:13 WIB
Jembatan Water Front City Bangkinang /

FIXRIAUPESISIR - Penahanan terhadap dua tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan Jembatan Water Front City Bangkinang tahun 2015-2016 di Kabupaten Kampar, Adnan dan I Ketut Suarbawa diperpanjang.

Kedua tersangka ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang KPK pada Gedung Merah Putih.

Hal itu diungkapkan Plt Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ali Fikri, Selasa (15/10/2020). Ali mengatakan perpanjangan penahanan dilakukan selama 40 hari mulai 19 Oktober hingga 27 November 2020.

"Penahanan terhadap dua tersangka (dugaan kasus korupsi Jembatan WFC Bangkinang, red) AN dan IKS diperpanjang," katanya.

Ali mengatakan, penyidik masih menyempurnakan berkas kedua tersangka. "Perpanjangan penahanan dilakukan karena penyidik masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan berkas perkara," kata Ali.

Baca Juga: Jangan Putus Asa, Ini Tips Sukses Jualan Online di Masa Pandemi Covid-19

Adnan merupakan Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Water Front di Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar. Sedangkan I Ketut Suarbawa adalah Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Keduanya mulai ditahan pada Selasa, 29 September 2020.

Penahanan pertahanan pertama dilakukan selama 20 hari. Terhitung sejak 29 September 2020 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2020.

KPK menetapkan Adnan dan I Ketut Suarbawa sebagai tersangka pada ada 14 Maret 2019. Keduanya diduga melakukan korupsi dan telah menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi.

"Tersangka menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Jembatan Water Front City atau Jembatan Bangkinang," jelas Ali.

Halaman:

Editor: Harun


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X