Pemko Pekanbaru Buat Perwako, Pasien OTG Covid-19 Bisa Dijemput Paksa

- 16 Oktober 2020, 18:26 WIB
/ leo2014/ Pixabay/

FIXRIAUPESISIR - Pemerintah Kota Pekanbaru tidak lagi memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 yang terus meluas. Namun menggantinya dengan program Perilaku Hidup Baru (PHB).

Tak hanya itu, Pemko Pekanbaru juga menyediakan payung hukum berupa peraturan walikota dalam penanganan kasus corona.

Salah satu poin yang diatur dalam Perwako tersebut adalah terkait isolasi mandiri bagi pasien Corona kategori Orang Tanpa Gejala (OTG). Nantinya isolasi mandiri tersebut harus dibawah pengawasan pemerintah dan harus di fasilias yang telah ditentukan. Jika menolak, maka pasien bisa dijemput paksa oleh petugas.

Namun demikian, ada juga kelonggaran bagi yang ingin isolasi di rumah. Dengan syarat rumah tempat isolasi memenuhi syarat, seperti toilet di dalam kamar serta tidak ramai anak-anak.

Baca Juga: Update Covid-19 Riau: Positif Bertambah 278 Kasus, 2 Pasien Meninggal Dunia

"Kita beri sanksi, ada penjemputan paksa. Dengan pemaksaan, kita bersama dengan aparat penegak hukum (polisi)," kata Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Pekanbaru Muhammad Jamil, Jumat (16/10/2020).

Perwako isolasi mandiri bagi OTG tersebut saat ini telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Perwako tersebut diharmonisasi dengan Peraturan Gubernur (Pergub).

Baca Juga: Menko Luhut B Panjaitan Ungkap akan Pensiun 2024

Usai dilakukan harmonisasi dengan Pergub, dikatakan Jamil Perwako tersebut akan dikembalikan ke pemerintah kota untuk ditandatangani Walikota Pekanbaru untuk pengesahan.

Pemko Pekanbaru menyediakan Rusunawa Rejosari sebagai tempat isolasi mandiri bagi OTG Covid-19. Kemudian Pemerintah Provinsi juga menyiapkan Kantor BPSDM, Bapelkes, LPMP, Hotel Grand Suka, dan Hotel Mutiara Merdeka untuk OTG isolasi mandiri apabila terjadi penumpukan pasien positif tanpa gejala.

Halaman:

Editor: Harun


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X